MEDIA PURNA POLRI,KALTENG- Desember 26 th 2018 lalu,hari awal kesedihan bagi Ny Dian,pasalnya truk yang ditumpanginya terpaksa harus masuk Polres Barito Timur lantaran diduga Illegal Logging,terbukti secara formal tidak mengantongi Keabsahan Kayu Hasil Hutan dari Perhutani dan Dinas terkait.

Hal itu disampaikan ke Perwakilan MP Polri Kalimantan Tengah langsung ke Kantor MP Polri DAS Barito,karena merasa jenis Kayu yang dibawa suaminya CH termasuk kayu Komersial yang boleh diperjual belikan tanpa harus ada Surat Keabsahan Hasil Kayu Hutan dari Perhutani dan atau Dinas terkait.

Asal usul jenis Kayu Laban sekitar 10M3 yang diangkut Pak Topan dari Desa Kayumban ke Desa Lenggang dengan dokumen SKAU,Nota Angkutan dari Kepala Desa Kayumban lokasi penampungan di Desa Lenggang Kec Raren Batuah Kab Barito Timur.

Menurut Pak Topan baru kali ini kayu yang dijual kepada Pak Spm bermasalah,sebelumnya dengan cara yang sama oleh orang yang sama dan dilokasi yang sama penjualan Kayu Laban olahan miliknya lancar tanpa bermasalah.

Dirinya kurang faham soal Tata Kelola Angkutan Kayu berasal dari Hutan Hak yang diatur dalam Permenhut.LH No 85 th 2016,setahunya dokumen kayu dari hutan hak cukup SKAU dan Nota Angkutan cukup sebagai dokumen kayu rakyat yang resmi.

Total jumlah Kayu Laban yang jadi barang bukti dugaan Illegal Logging oleh Polres Bartim sekitar 17M3,semua jenis Laban hutan hak dan SKAU dan Nota Angkutan dibuat oleh Kepala Desa Lenggang tempat lokasi penampungan Kayu hutan Hak tersebut.

Berdasarkan data dari Pak Topan warga Desa Kayumban,sebagian kayu hutan hak Laban berasal dari Desa Lenggang dan Desa Batu Putih/Netampin,dari warga Desa Lenggang Pak Utuh yang mengambil dari kebun miliknya wilayah Desa Lenggang dan Desa Netampin,tim mpp belum berhasil melacak Asal Usul Kayu Laban yang dijual Pak Utuh kepada Pak Spm sekitar 7M3,dimuat unit Fuso dengan sopir CH,dimana CH dan Spm saat ini dijerat dengan UU Kehutanan dan UU Pencegahan Perambahan Hutan.

Rencana sidang suami Ny Dian Pak CH dan Pak Spm akan didampingi tim Advokat LBH PKRI Bang Anwar Goeltom,SH,SKM and tim.

Ini sebagai upaya pembelaan Pak CH selaku sopir yang dipersangkakan dengan UU Kehutanan dan UU Pencegahan Perambahan UU No 41 th 1999 dan UU No 18 th 2013,yang menurut tim kuasa Bang Anwar,SH,SKM ada peluang pembelaan yang semoga saja bisa membebaskan tersangka baik Pak CH maupun Pak Spm.

Sebelum kayu diangkut Pak Spm dan Pak CH sempat ditampung di depan Kantor Desa Lenggang Kec Raren Batuah Kab Barito Timur.

Saksi lapangan ikut bingung,sampai pemuatan kayu Laban sampai bermasalah,ada soal apa,Ucap Pak Misrat yang tahu betul lokasi penampungan kayu Laban tersebut hampir 2 bln lebih,tapi tidak ada masalah apa apa,saat diangkut muncul persoalan kami warga jadi kebingungan,Ucapnya.

Kayu Laban tersebut ditampung samping kanan rumah Pak Misrat sehingga dia tahu betul adanya tumpukan kayu tersebut,tentu saja belum tahu dari mana asal usul kayu Laban tersebut cuma dirinya tahu itu jenis kayu Laban yang tidak ada larangan memperjual belikanya sepanjang resmi dari hutan hak/hutan warga/hutan rakyat.

Latar belakang Pak Misrat juga pedagang Kayu yang sudah pensiun,jadi banyak tahu soal dunia perkayuan,lebih dari itu di Desa Lenggang ada aktif juga pabrik Arang yang bahan dasarnya kayu Laban dan setahu warga Lenggang penyuplai bahan baku Arang dari berbagai wilayah dan diduga tidak dilengkapi SKAU dan atau Nota Angkutan,jumlahnya ratusan truk dan tetap aman berjalan lancar,demikian dijelaskan Pak Misrat,dirinya kurang tahu jika ada aturan baru,Jelasnya mengakhiri ngobrol santai dengan tim mp polri sebelum berita ini diberitakan.

Persoalan akhir pihak Ny Dian dan tim LBH PKRI Pak Anwar,SH,SKM harus bisa membuktikan jenis Kayu Laban bukan kayu yang dilindungi Negara,lalu asal usul Kayu Laban tersebut resmi berasal dari hutan hak,hutan yang sudah dibebani hak atas tanah,umumnya hak milik,baru ada peluang hukum dugaan illegal logging dapat dibebaskan demi hukum,tentunya dengan melalui prosedur hukum Acara Pidana yang berlaku,kita tunggu jalannya persidangannya.(Tim Mpp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini