MEDIA PURNA POLRI,KUDUS- Program Pemerintah dalam rangka mewujudkan pendidikan di Indonesia ini cukup baik dan sangat di terima masyarakat .

Dimana sekolah-sekolah yang di anggap sudah tidak layak lagi di gunakan untuk tempat belajar mengajar. Maka Pemerintah Pusat memberikan bantuan dana melalaui DAK.

Namun sayangnya para sekolah yang menerima bantuan dari Pemerintah Pusat ini banyak di salah gunakan, Salah satunya SD Negeri Cendono 7 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Jawa Tengah.

Sekolah ini menerima bantuan dari Aspirasi DPR Pusat sebesar Rp 100 Juta yang di peruntukan rehab 2 ruang kelas, Namun dalam pelaksanaan pihak sekolah telah mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi.

Anggaran sebesar Rp 100 juta pihak sekolah hanya mengganti keramik dinding sebanyak 2 kelas, mengganti ternit sebanyak 8 lembar, Les plang depan dan pengecetan bahkan barang bekas bongkaran saat ini sudah tidak ada lagi sebelum di serahkan ke pihak aset Daerah.

Kepala sekolah SD Negeri 7 Cendono Siti Arofah beberapa kali di temui tidak berada di tempat, Ini menjadi catatan untuk Kejaksaan Negeri Kudus yang menerima laporan ini untuk segera memanggil Kepala sekolah guna di mintai keterangan.

Karena terindikasi ada unsur korupsi anggaran yang di lakukan oleh Kepala sekolah selaku pengguna anggaran, Sehingga bisa menjadi pelajaran untuk sekolah-sekolah lainnya agar tidak mementingkan kepentingan pribadi dan mencegah korupsi di Kabupaten Kudus ini. (SW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini