MEDIA PURNA POLRI,KUPANG – Mendekati Pemilihan Calon Legislatif 17 April 2019, Mokrianus Imanuel Lay selaku Caleg DPRD Kota Kupang Dapil 2 Kecamatan Kota Lama dan Kecamatan Kelapa Lima nomor urut 10 dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) semakin aktif dalam mendekatkan diri secara sosial dan psikologis kepada masyarakat khususnya masyarakat di dua Kecamatan ini.

Usai sosialisasi di beberapa titik di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Kota Lama dan Kecamatan Kelapa Lima pada pekan lalu, kali ini Moris Lay sapaannya melakukan aksi Sosialisasi dan pertemuan Keluarga di Lingkungan Pasar Oeba, Minggu (18/11/2018).

Aksi Sosialisasi dan Pertemuan Keluarga kali ini berbeda dengan sebelumnya. kali ini yang hadir Senator asal NTT, Drs. I. A. Medah, Anggota DPD RI, Andre Geru, Ketua DPD Partai Hanura NTT, Refafi Gah dan beberapa Caleg DPR RI diantaranya, dr Dewi Rahayu Sukmawati Gah dan fatima, Sekretaris DPD Partai Hanura NTT, Siprianus Woka Ritan serta beberapa Caleg dari Partai Hanura baik Kota maupun Provinsi.

Dalam acara ini Senator asal NTT, Ibrahim Agustinus Medah yang biasa disapa Iban Medah mengatakan, Menjadi calon legislatif (caleg) itu jangan menjanjikan sesuatu kepada Masyarakat. Jika ada seperti itu maka caleg tersebut sudah melakukan Pembohongan publik.

“Saat ini adalah mā€Žasa kampanye, maka apabila ada caleg yang menjanjikan sesuatu kepada masyarakat maka itu termasuk pembohongan”, kata Iban.

Lanjut Iban Medah, Jangan janjikan sesuatuā€Ž, karena belum terpilih sudah janji. Padahal caleg itu belum tahu apa yang dibahas di sana.ā€Ž Karena itu, kalau belum terpilih sudah janji-janji, bagi saya itu pembohongan publik. Jangan sekali menjanjikan sesuatu kepada Masyarakat.

Memberi uang lebih dari Rp 50.000 itu sudah termasuk money politik,” jelasnya.
Dikatakan, saatnya masyarakat harus diberi pendidikan politik yang baik dan jangan membohongi rakyat.

ā€Ž”Kita harus jujur, karena kalau mulai dengan menipu, maka akan berakhir juga di penjara.ā€Ž Berpolitik itu untuk kepentingan masyarakat, bukan memanipulasi rakyat untuk kepentingan kelompok,” ujarnya.

Terhadap Caleg Hanura, Moris, ia mengatakan, Moris adalah pebisnis sukes, namun ada pemikiran untuk maju legislatif.

“Tentu dengan masuk menjadi DPRD, maka dirinya bisa membedah masalah yang ada di komunitasnya,” kata Medah.

Ia mengakui bahwa Moris adalah sosok yang hebat, karena dia ingin masuk ke dalam sistem di legislatif dan bisa menyuarakan aspirasi rakyat.

“Saya sangat menyesal jika Moris tidak terpilih, jika setuju memilih Moris, maka tolong yang hadir sekarang sampaikan ke keluarga di rumah agar memberi pilihan pada Moris,” ujarnya.

Sementara itu Moris Lay mengatakan, hal utama yang mendorongnya untuk maju sebagai caleg karena dirinya sebagai pengusaha perikanan melihat masih banyak ketimpangan yang di alami oleh para Nelayan.

Lebih lanjut Moris, saya kan pelaku bisnis di perikanan.banyak hal yang harus di benahi, seperti sistim penyelolahan aturan perizinan yang masih menyulitkan, bantuan dari pemerintah belum tepat sasaran, izin penangkapan untuk kota kupang hanya 3 GT ke bawah, kalau 3 GT ke atas itu sudah kewenangan Provinsi. Hal ini yang harus di perjuangkan dan di benahi.

Ia yakin akan dipilih masyarakat ā€Ž
“Saya percaya diri karena di wilayah ini bisa 99 persen memilih saya.
Saya mohon dukungan dan doa, saya hanya bertekad agar bekerja yang baik, jujur, adil. Bukan untuk kepentingan pribadi melainkan untuk semua masyarakat kota kupang,” ungkap Moris. (Oscar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini