MEDIA PURNA POLRI,MOJOKERTO- Desa Blentreng yang tepatnya di paling ujung selatan Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto ini terletak diatas bukit pegunungan kurang lebih dalam ketinggian 1000 meter diatas permukaan air laut.

Kehidupan warga masyarakat Desa Blentreng dimana sehari-hari nya menggantungkan ekonomi mereka dari pertanian yang sangat membutuhkan dukungan alam yang ada di sekitarnya , air yang selalu mengalir, tanah yang selalu terjaga dari longsor menjadi damba’an serta cita-cita warga Desa tersebut, Kamis (15/11/2018).

Namun sejak adanya tambang batu dari tiga tahun yang lalu ,rasa takut mulai menyelimuti warga sekitar dikarenakan ada nya exploitasi batu sungai yang menggerus tanah hingga kedalam 5 meter dari permukaan semula, sehingga ketika musim penghujan air mengalir deras dari atas pegunungan tanpa adanya penghalang dari batu sungai.

“Saya tidak mikirin diri Saya mas, justru anak-anak cucu Saya yang Saya pikirkan, bagaimana nanti kalau alam sudah rusak dan terjadi longsor” Ucap warga Pak Tarip.

Melihat keadaan yang terjadi di lingkungan alam serta psikis warga, hal ini yang menggugah para pecinta dan para peduli lingkungan terpanggil hatinya untuk mencegah tanah longsor disekitar pemukiman warga yang dimotori oleh Ibu Sriwati dan kawan-kawan srikandi Desa Blentreng , mereka tidak hentinya mengajak warga serta Pemerintah setempat untuk lebih memperhatikan alam dan lingkungan Desa Blentreng.

DPD AMPHIBI( Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia) Mojokerto beserta para srikandi pemerhati lingkungan Desa Blentreng mengadakan rapat koordinasi bersama, untuk segera mengantisipasi kelongsoran di wilayah Desa Blentreng.

“AMPHIBI dan KPPL AMPHIBI segera mengambil sikap, kita segera menanam pohon di area terdampak serta akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan lingkungan di wilayah Desa Blentreng , Pungkas Ketua DPD Amphbi Mojokerto Madqodim.

(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini