MEDIA PURNA POLRI,JAKARTA- Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya akan melakukan rekonstruksi penerbangan di engineering simulator fasilitas Boeing, Sattle, Amerika Serikat.

Rekonstruksi yang akan dilakukan adalah persis seperti penerbangan pesawat Lion Air JT-610 yang mengalami kecelakaan. Karena pesawat saat itu dalam keadaan rusak di bagian Air Speed Indicator dan salah satu indikator penunjuk sikap atau Angle of Attack (AOA) diganti, maka dalam rekonstruksi pun akan dilakukan hal demikian.

“Kita akan lakukan simulasi kondisi kerusakan ini di Boeing karena simulator di Indonesia tidak bisa merekonstruksi kondisi seperti yang kita ingingkan,” Ujar Dia di kantornya, Rabu 7 November 2018.

Hal ini dilakukan tidak lain sebagai salah satu cara untuk mengungkap penyebab pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu jatuh di Perairan Karawang Barat. Rekonstruksi dilakukan menggunakan data Flight Data Recorder pesawat JT-610 yang telah ditemukan.

Kemudian, bagian pesawat yang sudah ditemukan dibawa ke Balai Teknologi Keselamatan Pelayanan untuk diidentifikasi posisi bagian pesawatnya hari ini.

Sejauh ini, bagian yang sudah ditemukan dan diidentifikasi adalah mesin kiri, main landing gear kanan, bagian ekor, bagian badan pesawat pada section 43, 44, 46, dan 48, cockpit oxygen bottle, pintu penumpang depan kiri, dan ujung sayap.

Begitu pun melakukan interview pada awak pesawat dan pramugari yang melaksanakan tugas terbang dari Manado ke Bali, Bali ke Jakarta dengan pesawat JT-610. Serta pada teknisi yang melakukan perbaikan di Manado, Bali, dan Jakarta.

“Mengumpulkan dan mengkaji catatan perawatan pesawat, prosedur perawatan pesawat, catatan pelatihan awak pesawat dan teknisi, serta prosedur terbang bagi pilot,” Kata Dia.

(Willy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini