MEDIA PURNA POLRI,JAKARTA – Jakarta, 24/05/2018 – Sebelumnya, tim gabungan Satgas Khusus Bareskrim Polri dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan 239 kilogram Metamfitamin (sabu) serta 30 ribu butir Amfetamin (ekstasi). Narkoba kelas wahid itu diselundupkan menggunakan mesin cuci yang selanjutnya siap diedarkan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan tim telah menyelidiki sejak beberapa bulan terakhir dan dilakukan penindakan di kawasan Dadap Tengerang.

Dalam kasus tersebut pesanĀ Kapolri Jenderal Tito Karnavian, ” tersangkaĀ yang diamankan yakni Joni alias Marvin Tandiono, termasuk 12 unit mesin cuci yang digunakan untuk menyimpan 228 plastik sabu dan enam plastik berisi ekstasi, Barang bukti ini disita polisi di Kompleks Pergudangan Harapan Dadap Jaya No 36 Gedung E12 Kelurahan Dadap, Kota Tangerang pada 8 Februari 2018 lalu.” JelasĀ Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Jaringan ini juga juga mengedarkan ekstasi. Modusnya relatif baru karena menggunakan mesin cuci, biasanya menggunakan tas. Dulu pernah juga kami ungkap dengan modus piston sehingga tidak terdeteksi,” UcapĀ Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dari penangkapan tersangka dan keterangan yang diperoleh darinya, malam harinya tim bergerak mengamankan tersangka Andi alias Aket.

Dari hasil keterangan Andi, tim menangkap tersangka Lim Toh Hing alias Onglay alias Mono. Tersangka Mono merupakan warga Negara asing Malaysia dan diamankan di Bandara Soekarno-Hatta sehari setelah menangkap tersangka lainnya.

“Sabtu, 10 Februari lalu, tersangka Lim Toh Hing ini waktu dikembangkan berusaha kabur, melawan maka ditindak tegas dan tewas dengan tembakan dalam perjalanan menuju ke rumah sakit,” TambahĀ Kapolri Jenderal Tito Karnavian diĀ Polda Metro Jaya.

Dia juga menuturkan Lim memiliki peran sentral dalam jaringan ini. Tersangka tersebut dibantu tersangka Indrawan alias Alun yang masih mendekam salah satu lapas di Jakarta.

Kapolri menegaskan ” Kami tidak akan Segan-segan melakukan tindakan tegas kepada bandar Narkotika yang dibantu seorang tersangka yang masih menjadi Narapidana di Lapas di Jakarta,” TegasĀ Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Para tersangka ini merupakan satu jaringan dengan jaringan yang pernah mengirimkan 2 kilogram sabu dan diungkap Polres Metro Jakarta Utara pada 2 Januari lalu.” TuturĀ Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dari para tersangka, aparat saat itu juga menyita uang Rp 2,7 miliar, Dua unit Mobil dan delapan buah mesin cuci.

(Willy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini